Kalau di ibukota, pengembangan kota diberi julukan Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi). Sulawesi Selatan tak mau ketinggalan mengembangkan konsep Mamminasata (Makassar, Maros, Gowa dan Takalar).
Empat wilayah ini sepakat untuk mengadakan kerjasama demi mewujudkan kepentingan bersama yaitu meningkatkan dan mendukung potensi dari tiap kabupaten/kota, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan yang ada. Wilayah ini juga diharapkan dapat menjadi wilayah timur Indonesia yang terkemuka dan nyaman untuk ditinggali pada 2020.
Gubernur Sulsel HM Amin Syam kepada wartawan usai membuka gerai baru Hypermart Panakkukang, Rabu 12 Oktober, mengatakan, konsep Mamminasata tak hanya memberikan keuntungan berupa pengembangan kota, tapi juga mengundang kerugian.
Mamminasata ini, kata dia, akan memberikan keuntungan bagi pengembangan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di Sulawesi Selatan. Sebab, akan membuka lapangan kerja yang cukup banyak serta daerah-daerah yang semula terisolir akan terbuka. Selain itu, Makassar dan sekitarnya akan menjadi pusat perdagangan baru, sekalipun ada untung dan kerugian.
“Untungnya..akan membuka lapangan kerja. Tapi dari sisi ruginya, akan mengundang urbanisasi dari daerah-daerah lain,”ujar gubernur.
Konsep ini merupakan hasil kerjasama Pemprov Sulsel dengan Japan International Coorporation Agency (JICA). Namun, hingga kini konsep konkret mengenai Mamminasata itu masih disusun JICA.
“Konsepnya baru disusun oleh JICA, tapi pada dasarnya konsep itu berupa pengembangan khusus. Itu juga sudah ada Perdanya, jadi dalam bentuk tata ruang kota Makassar dan sekitarnya,” ujar gubernur.
Gubernur menjelaskan, konsep Mamminasata tersebut akan melaksanakan pembangunan di empat kota secara bersinergi dalam batas kondisi sesuai rupa daerah masing-masing.
Dalam pengembangan kota tersebut, lanjut gubernur, pemerintah daerah sebagai regulator RTH dan dalam pengembangannya melibatkan masyarakat, investor, serta pihak swasta.
Lebih lanjut gubernur mengemukakan, pengembangan Mamminasata tersebut meliputi berbagai sektor pembangunan.
Di antaranya, sarana dan prasarana transportasi, seperti kereta api atau dimungkinkan monorel di masa mendatang.
Sumber : Harian Fajar, 13 Oktober 2005
